eksposisiborneo.com, Kutim: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Timur kembali mengeluarkan peringatan serius terkait penggunaan tabung LPG berkapasitas besar di lingkungan permukiman. Praktik ini dinilai menyimpan risiko tinggi dan kerap menjadi pemicu kebakaran maupun ledakan.
Perhatian Damkar tertuju pada kecenderungan sebagian masyarakat yang beralih menggunakan tabung gas besar tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan instalasi dan usia perlengkapan pendukung, terutama regulator dan karet pengaman.
Plt. Kepala Bidang Pencegahan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Timur, Adriansyah, menjelaskan bahwa faktor usia pakai regulator menjadi persoalan krusial yang sering diabaikan pengguna LPG.
“Tabung gas berkapasitas besar jauh lebih rawan mengalami kebocoran dibanding tabung melon 3 kilogram. Kebocoran sering terjadi saat gas mendekati habis, karena tekanan melemah dan karet regulator yang sudah keras tidak lagi mampu menutup rapat,” ujarnya.
Ia menyebut, karet regulator yang telah lama digunakan akan kehilangan elastisitas, sehingga mudah bocor ketika tekanan gas menurun, terutama pada tabung berukuran besar. Kondisi tersebut membuat gas keluar secara perlahan tanpa disadari, menciptakan akumulasi gas di dalam ruangan yang sangat berbahaya bila terkena percikan api.
Menurut Adriansyah, banyak insiden kebakaran dan ledakan gas diawali oleh kebocoran kecil yang tidak terdeteksi sejak awal oleh penghuni rumah.
Damkar Kutai Timur menilai kebiasaan menggunakan tabung besar di rumah tangga harus segera dihentikan, khususnya jika tidak dibarengi dengan perangkat pengaman yang layak dan pemahaman risiko yang memadai.
Ia menekankan bahwa pencegahan jauh lebih penting dibanding penanganan setelah kejadian, mengingat dampak kebakaran gas bisa berujung pada korban jiwa dan kerugian besar.
“Kami sering menemukan kasus kebocoran gas yang sebenarnya bisa dicegah. Tabung besar dengan regulator lama adalah kombinasi berbahaya jika digunakan tanpa pengawasan dan perawatan,” tegas Adriansyah.
Sebagai langkah antisipasi, Damkar Kutai Timur berencana mendorong penguatan edukasi keselamatan LPG melalui penyuluhan di lingkungan permukiman. Program tersebut akan difokuskan pada pemahaman risiko penggunaan tabung gas, cara mengenali tanda kebocoran, serta pentingnya mengganti regulator secara berkala.
Melalui edukasi berkelanjutan, Damkar berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan penggunaan LPG bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mencegah tragedi di lingkungan tempat tinggal.(ADV)


