Bupati Frederick Edwin Paparkan Arah Pembangunan 2025-2029

By eksposisi borneo Nov 4, 2025
4
Frederick Edwin
Bupati, Frederick Edwin, Memaparkan Arah Pembangunan Kubar 2025-2029. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar : Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi refleksi atas perjalanan panjang pembangunan daerah sekaligus penegasan arah menuju masa depan yang lebih sejahtera.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi dari kekuatan kebersamaan dan semangat sempekat seluruh masyarakat.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kutai Barat, Selasa (4/11/2025), Bupati menyampaikan arah kebijakan pembangunan dengan mengusung tema “Harmoni Kebersamaan dalam Budaya. Dengan Harmoni Kita Kuat, Dengan Sempekat Kita Bisa.”

“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pesan penting bahwa kekuatan Kutai Barat terletak pada nilai kebersamaan dan harmoni budaya yang menyatukan masyarakatnya,” ujar Frederick Edwin di hadapan jajaran legislatif dan undangan.

Arah Pembangunan Kubar 2025-2029

Dalam kerangka RPJMD 2025–2029, Pemkab Kutai Barat menetapkan visi besar: Kutai Barat yang Sejahtera, Aman, Adil, Merata, dan Beradat.

Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah fokus pada penuntasan kantong-kantong kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis sektor riil seperti pertanian, pariwisata, dan hilirisasi sumber daya lokal.

“Fokus pembangunan diarahkan untuk memperkuat sektor riil dan meningkatkan daya saing SDM agar pertumbuhan ekonomi terus berlanjut,” jelas Bupati.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Kutai Barat pada semester pertama tahun 2025 mencapai 4,15 persen, menunjukkan stabilitas ekonomi di tengah dinamika nasional.

Infrastruktur Jadi Penggerak Ekonomi

Bupati Frederick menjelaskan, infrastruktur masih menjadi prioritas utama. Kondisi jalan kabupaten yang mantap kini mencapai 68,7 persen dari total 1.523 kilometer, sementara 374 kilometer sisanya akan terus ditingkatkan secara bertahap.

“Ruas jalan yang menghubungkan antar kampung akan dituntaskan sesuai kemampuan keuangan daerah agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar semakin mudah diakses,” katanya.

Pada tahun anggaran 2025, pemerintah menargetkan pembangunan dan rekonstruksi jalan poros sepanjang 70 kilometer, pembangunan empat jembatan, semenisasi jalan lingkungan 39 kilometer, pemeliharaan 62 kilometer, serta pembangunan drainase sepanjang 4,9 kilometer.

Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian jangka menengah ialah Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ), yang akan memperpendek akses Kutai Barat menuju Kutai Kartanegara, Ibu Kota Provinsi, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Jika jembatan ini rampung, maka distribusi hasil pertanian dan mobilitas masyarakat akan lebih efisien, sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ujar Bupati.

Pemerataan Layanan Dasar

Pemerintah juga terus memperluas akses layanan dasar seperti air bersih, listrik, perumahan, dan internet. Hingga kini, cakupan layanan PDAM baru mencapai 39,19 persen dari total penduduk 186.581 jiwa. Dalam rangka HUT ke-26, pemerintah memberikan subsidi sambungan rumah (SR) bagi 1.000 kepala keluarga di 17 kampung yang telah memiliki jaringan distribusi air.

Selain itu, tengah dibangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Belaw menuju sistem sanitary landfill, serta instalasi pengolahan limbah domestik bagi 176 keluarga di beberapa kampung.

Di bidang perumahan, tahun 2025 pemerintah menyalurkan bantuan stimulan perumahan swadaya sebanyak 136 unit, pembangunan 3 rumah baru layak huni, serta rehabilitasi 26 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara di sektor energi, 164 kampung atau 87 persen wilayah sudah teraliri listrik PLN. Sebanyak 30 kampung di 9 kecamatan yang belum terjangkau listrik masih dalam proses koordinasi percepatan bersama PLN.

Untuk jaringan internet, 103 kampung (53 persen) sudah terlayani, sementara 46 kampung masih berstatus blank spot. “Kita terus berkoordinasi dengan kementerian terkait agar pembangunan BTS di 12 kecamatan bisa segera terealisasi,” kata Bupati Frederick.

Semangat Kebersamaan Jadi Fondasi

Menutup sambutannya, Bupati Frederick menegaskan bahwa pembangunan Kutai Barat bukan semata tentang proyek fisik dan capaian angka, melainkan tentang memperkuat semangat sempekat, kebersamaan dan gotong royong di tengah keberagaman.

“Pembangunan Kutai Barat adalah pembangunan manusia, budaya, dan kebersamaan. Dengan harmoni dan sempekat, kita akan membawa Kubar menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya. (eb/Adv/Diskominfo Kubar)

BERITA TERKAIT