eksposisiborneo.com, Kutim: Menjelang akhir tahun 2025, cuaca di wilayah Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan ketidakstabilan. Hujan yang turun secara sporadis di beberapa kecamatan menjadi tanda bahwa musim penghujan telah tiba.
Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim untuk kembali mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menjelaskan bahwa wilayah Kutim secara umum telah memasuki periode musim penghujan. Namun, intensitas hujan masih bervariasi antarwilayah. Beberapa kecamatan mengalami hujan deras, sementara daerah lainnya masih relatif kering.
“Data dari BMKG menunjukkan kita sudah berada di fase awal musim penghujan. Tapi belum merata, kadang hujan deras turun di satu wilayah, sedangkan wilayah lain masih panas terik,” ujarnya.
BPBD Kutim, kata Naim, terus memantau perkembangan cuaca melalui laporan dari BMKG dan petugas di lapangan. Upaya koordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa juga terus dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Sebagai langkah antisipatif, BPBD telah mengeluarkan surat edaran sejak September lalu. Surat tersebut berisi imbauan bagi seluruh kecamatan agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pembersihan saluran air di wilayah masing-masing. Menurut Naim, kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat terbawah agar pencegahan berjalan efektif.
Selain itu, pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Banyak kasus genangan air dan banjir disebabkan oleh sampah rumah tangga yang menyumbat parit atau drainase. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah dampak buruk di musim hujan.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Kalau drainase lancar, air hujan bisa mengalir dengan baik tanpa menimbulkan genangan,” tegasnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan warga, BPBD Kutim berharap potensi bencana di musim penghujan dapat diminimalkan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi agar siap menghadapi kondisi yang berubah sewaktu-waktu.(ADV)


