eksposisiborneo.com, Kutim: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Timur kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah tinggal. Peringatan ini menyusul temuan berulang dari hasil investigasi kebakaran yang menunjukkan pola penyebab yang sama.
Berdasarkan penelusuran di sejumlah lokasi kebakaran permukiman, pemicu utama ternyata bukan kesalahan besar atau kejadian ekstrem, melainkan kelalaian kecil yang kerap dianggap sepele oleh warga.
Plt. Kepala Bidang Pencegahan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Timur, Adriansyah, menjelaskan bahwa kabel speaker secara teknis hanya dirancang untuk aliran arus rendah dan keperluan audio, bukan untuk mengalirkan daya listrik rumah tangga.
“Faktor paling dominan yang kami temukan adalah penggunaan kabel non-SNI, khususnya kabel speaker yang dipakai sebagai kabel listrik. Ini sangat berbahaya dan sering tidak disadari masyarakat,” ujar Adriansyah.
Namun di lapangan, kabel jenis ini kerap dipaksa mengalirkan beban besar untuk peralatan seperti kulkas, dispenser, hingga alat elektronik lainnya yang membutuhkan daya stabil.
Kondisi tersebut menyebabkan panas berlebih pada kabel, yang dalam jangka waktu tertentu dapat memicu korsleting dan berujung pada kebakaran. Ia menambahkan bahwa banyak warga masih memiliki pemahaman keliru, mengira korsleting hanya terjadi saat menggunakan peralatan berdaya besar secara bersamaan.
Padahal, penggunaan perangkat kecil sekalipun tetap berisiko tinggi jika instalasi listrik tidak sesuai standar keselamatan. Menurut Adriansyah, kebiasaan ini menjadi ancaman serius karena kebakaran akibat korsleting sering terjadi saat rumah dalam kondisi lengah, bahkan ketika penghuni sedang tidur.
“Kesalahan kecil seperti salah memilih kabel bisa berakibat fatal. Kebakaran tidak selalu diawali oleh beban besar, tetapi oleh instalasi yang salah sejak awal,” tegas Adriansyah.
Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh instalasi listrik menggunakan kabel berstandar SNI dan dipasang oleh tenaga yang memahami aspek keselamatan. Selain itu, Damkar Kutai Timur juga mendorong warga untuk rutin memeriksa kondisi kabel dan stop kontak guna mencegah potensi kebakaran sejak dini.
Melalui peringatan ini, Dinas Damkar Kutai Timur berharap kesadaran masyarakat meningkat sehingga risiko kebakaran permukiman akibat korsleting listrik dapat ditekan secara signifikan.(ADV)


