Diskominfo Kubar Minta Warga Lebih Kritis terhadap Informasi di Media Sosial

By eksposisi borneo Jun 3, 2026
265
Perangi Hoax
Diskominfo Kubar Ingatkan Bahaya Menelan Mentah-Mentah Informasi dari Medsos. (foto.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar – Derasnya arus informasi di media sosial dinilai semakin mempersulit masyarakat dalam membedakan mana informasi yang valid dan mana yang menyesatkan. Kondisi ini membuat literasi digital dan kemampuan verifikasi informasi menjadi kebutuhan penting di ruang digital saat ini.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama konten yang beredar luas di media sosial dan berpotensi memicu kesalahpahaman.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kubar, Sapri, menegaskan kemampuan memilah informasi menjadi keterampilan penting di tengah banjir konten digital yang setiap saat dapat diproduksi dan disebarkan tanpa proses verifikasi yang jelas.

“Pastikan informasi berasal dari media massa resmi atau akun pemerintah daerah yang terverifikasi, bukan dari akun anonim atau grup siber yang tidak jelas asal-usulnya,” kata Sapri, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, banyak informasi menyesatkan memanfaatkan judul sensasional serta narasi yang memancing emosi, sehingga lebih cepat tersebar dibandingkan informasi yang benar dan terverifikasi.

“Hoaks sering kali menggunakan judul yang menggelegar, sensasional, atau langsung menyudutkan pihak tertentu untuk memicu emosi pembaca,” ucap Sapri.

Waspadai Potongan Gambar dan Video

Selain itu, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati terhadap potongan video maupun tangkapan layar yang beredar di media sosial, karena tidak jarang konten tersebut tidak menampilkan konteks secara utuh atau merupakan arsip peristiwa lama yang diputarbalikkan.

“Jangan langsung percaya pada potongan gambar atau video pendek. Periksa apakah konten tersebut sudah disunting atau diambil dari peristiwa lama yang konteksnya diputarbalikkan,” ujar Sapri.

Sapri menambahkan, jika masyarakat ragu terhadap suatu informasi, langkah terbaik adalah melakukan konfirmasi melalui kanal resmi pemerintah atau sumber pengecekan fakta yang kredibel sebelum membagikannya kembali.

Ia berharap kesadaran untuk melakukan verifikasi informasi dapat menjadi kebiasaan masyarakat, sehingga ruang digital tetap sehat, informatif, dan tidak mudah dipenuhi oleh informasi yang menyesatkan. (Adv/eb/003)

BERITA TERKAIT