Dorong Kualitas Beras Lokal, Kutim Fokus Optimalisasi Lahan dan Pembinaan Pascapanen

By eksposisi borneo Nov 27, 2025
3
DTPHP Kutim
Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Upaya meningkatkan kualitas beras lokal Kutai Timur (Kutim) terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) melalui penguatan optimalisasi lahan dan pembinaan pascapanen. DTPHP menilai kedua aspek ini menjadi kunci untuk mendorong beras lokal masuk kategori medium yang lebih kompetitif di pasar.

Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas tidak dapat dipisahkan dari penguatan kapasitas lahan dan manajemen budidaya.

“Produksi yang baik harus didukung lahan optimal dan penanganan pascapanen yang benar,” katanya.

Program optimalisasi lahan difokuskan di wilayah Kongbeng, Kaubun, dan Long Mesangat. Ketiganya dipilih karena memiliki potensi perluasan lahan yang besar sehingga dapat menambah volume produksi secara signifikan.

Di sisi lain, pembinaan pascapanen dilakukan untuk menangani persoalan teknis seperti tingkat patahan yang tinggi dan pengeringan yang tidak merata.

“Ini dua faktor utama mengapa beras lokal masih sulit masuk kategori medium,” jelas Dessy.

Kaubun menjadi pusat pembinaan karena memiliki mesin pemoles modern, alat pemisah ampas, dan fasilitas pengolahan lainnya. Penguatan pengetahuan petani tentang cara kerja mesin juga terus dilakukan.

Pemerintah menargetkan adanya kelompok tani yang berhasil melewati uji kualitas beras medium pada tahun ini atau tahun depan. Peluang ini semakin besar karena peralatan yang dimiliki kelompok tani sudah memadai.

Optimalisasi lahan yang tengah berjalan di tiga sentra diharapkan mampu mendukung peningkatan suplai saat kualitas mulai naik. Pengembangan ini menjadi langkah strategis untuk memenuhi pasar komersial yang lebih luas.

“Tujuan kita bukan hanya memperbanyak produksi, tetapi memastikan beras Kutim naik kelas,” pungkasnya.(ADV)

BERITA TERKAIT