eksposisiborneo.com, Kubar : Warga Kampung Muara Ohong, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), hingga kini masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebagian besar warga terpaksa membeli air bersih dari luar daerah untuk keperluan minum dan memasak. Sementara untuk mencuci dan mandi, mereka masih mengandalkan air danau yang kualitasnya jauh dari layak konsumsi.
Masalah tersebut terungkap saat Anggota DPRD Kubar, Henrik, melakukan kegiatan reses di Kampung Muara Ohong baru-baru ini. Dalam kunjungan tersebut, warga menyampaikan secara langsung keluhan mereka kepada wakil rakyat itu.
“Kondisi warga Muara Ohong cukup memprihatinkan. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih, padahal kebutuhan ini sangat mendasar. Saya menilai pemerintah daerah harus segera turun tangan dan mencarikan solusi yang konkret,” ungkap Henrik saat ditemui di Gedung DPRD Kutai Barat, Rabu (12/11/2025).
Henrik menjelaskan, persoalan layanan air bersih bukan hal baru di wilayah pesisir Danau Jempang. Menurutnya, sudah banyak kampung yang menghadapi persoalan serupa karena keterbatasan infrastruktur air bersih dan belum adanya jaringan pipa yang menjangkau seluruh kawasan.
“Pemerintah perlu menempatkan pelayanan air bersih sebagai program prioritas, terutama di kampung-kampung yang kondisi geografisnya sulit seperti Muara Ohong,” tambahnya.
Henrik memastikan bahwa aspirasi warga tersebut akan segera dibawa ke pembahasan tingkat DPRD bersama pemerintah daerah. Ia berharap ada perhatian serius dari dinas terkait, baik dari Dinas Pekerjaan Umum maupun instansi yang menangani penyediaan air minum.
“Saya akan kawal aspirasi ini agar bisa masuk dalam rencana pembangunan tahun depan. Jangan sampai masyarakat terus membeli air bersih dari luar kampung,” tegasnya. (ed/Adv/DPRD Kubar)


