DPRD Dorong Pemerintah Perkuat Pembangunan Sektor Pertanian dan Perkebunan

By eksposisi borneo Nov 13, 2025
6
serapan anggaran
Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar : Ketua DPRD Kutai Barat (Kubar), Ridwai, menilai pemerintah daerah perlu memperkuat pembangunan sektor pertanian dan perkebunan sebagai penopang utama ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sektor tersebut merupakan sumber penghidupan terbesar bagi warga di 190 kampung dan 4 kelurahan di Kubar. Kontribusi pertanian dan perkebunan juga menjadi penyumbang signifikan dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah ini setiap tahunnya.

Ridwai mengatakan bahwa penguatan sektor pertanian akan memberikan dampak langsung kepada masyarakat secara merata. Ia menegaskan bahwa pendapatan keluarga dapat meningkat apabila pemerintah memberi perhatian serius pada komoditas unggulan yang sudah lama menjadi tumpuan warga.

“Kalau mereka sudah punya kebun sayur, buah dan komoditi lainnya seperti karet, sawit, nah itukan akan meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Ridwai, Kamis (13/11/2025).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kubar, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menyumbang lebih dari 20 persen PDRB Kubar, menandakan bahwa ruang pengembangan sektor ini masih sangat besar. Selain karet dan sawit, komoditas lada, pisang, dan hortikultura turut menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga di kampung.

Ridwai menilai pemerintah daerah sudah memiliki arah kebijakan yang baik di era Bupati Frederick Edwin dan Wakil Bupati Nanang Adriani. Namun, ia berharap program pertanian tidak hanya berbentuk bantuan, melainkan pembangunan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Jadi kami dari DPRD sangat mendukung kalau pemerintah memang memperkuat pembangunan di sektor pertanian dan perkebunan, itu yang kita harapkan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat akses jalan produksi, sarana pascapanen, serta pendampingan petani agar hasil panen memiliki nilai tambah. Menurutnya, banyak kelompok tani masih membutuhkan fasilitas olahan sederhana seperti pengering, gudang, hingga alat produksi agar tidak menjual komoditas dalam kondisi mentah.

“Petani ini bukan hanya butuh bibit atau alat. Mereka butuh kepastian pasar dan sarana pengolahan supaya nilai komoditasnya naik. Itu yang harus kita pikirkan bersama,” ucap Ridwai.

DPRD Kutai Barat akan mendorong pembahasan lanjutan bersama pemerintah daerah agar program pertanian dan perkebunan masuk sebagai prioritas dalam penyusunan RKPD dan APBD 2026. Ridwai berharap penguatan sektor ini dapat mempercepat pemerataan ekonomi dan menekan angka kemiskinan di Bumi Tanaa Purai Ngerimaan. (eb/Adv/DPRD Kubar)

BERITA TERKAIT