DTPHP Kutim Dorong Optimalisasi Lahan, Tiga Wilayah Jadi Sentra Produksi Beras

By eksposisi borneo Nov 24, 2025
1
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) terus mendorong optimalisasi lahan pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi beras daerah. Tiga kecamatan, yakni Kongbeng, Kaubun, dan Long Mesangat, ditetapkan sebagai sentra utama pengembangan lahan produktif.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menyebut bahwa optimalisasi lahan merupakan salah satu strategi kunci untuk memperluas cakupan produksi padi.

“Tiga wilayah ini menjadi sentra karena memiliki potensi luas dan bisa lebih cepat dioptimalkan,” ungkap Dessy.

Menurutnya, program optimalisasi lahan akan difokuskan pada pembukaan lahan tidur serta pemulihan area sawah yang sebelumnya tidak produktif. “Banyak lahan yang dulunya aktif, kini bisa diaktifkan kembali melalui pendampingan intensif,” katanya.

Kongbeng menjadi salah satu kecamatan dengan realisasi paling tinggi, yakni 400 hektare dari potensi 500 hektare. Pemerintah menilai kemampuan petani dalam menjaga keberlanjutan lahan menjadi indikator kesiapan wilayah tersebut.

Kaubun pun memiliki 600 hektare lahan aktif dari total 700 hektare. Wilayah ini masuk daftar prioritas karena pola tanam dan perawatan lahan telah berjalan stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Long Mesangat memiliki potensi pengembangan terbesar, dengan program OPLAH yang menargetkan pembukaan 250 hektare tambahan. Saat ini, baru 165 hektare yang aktif digarap oleh kelompok tani.

Dessy menegaskan bahwa program optimalisasi tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan, tetapi juga peningkatan kapasitas petani melalui edukasi dan penerapan teknologi. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen menyediakan dukungan bibit unggul, alat mekanisasi, serta penguatan sistem irigasi.

“Semua dukungan ini untuk memastikan pengembangan berjalan maksimal,” jelasnya.

Dengan program ini, diharapkan produksi padi Kutim meningkat signifikan dan mampu mendorong kemandirian pangan di daerah dalam jangka panjang.(ADV)

BERITA TERKAIT