eksposisiborneo.com, Kukar : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmennya untuk melestarikan adat budaya Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.
Persiapan Erau Kesultanan telah dimulai di Kota Raja Tenggarong, dengan berbagai prosesi adat digelar untuk menyambut acara yang akan dibuka secara resmi pada 21 September hingga sepekan kedepan.
Dalam Upacara Beluluh bagi Sultan Aji Muhammad Arifin, Asisten III Pemkab Kukar Dafip Haryanto menegaskan bahwa Pemkab Kukar berupaya memperkuat identitas budaya daerah dan melestarikan serta mengembangkannya agar generasi penerus dapat mengenal adat tradisi dan budaya Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan baik.
“Di saat bersamaan, Pemerintah berkepentingan untuk memperkuat identitas budaya daerah, melestarikan dan mengembangkannya agar kelak anak cucu generasi penerus yang akan datang dapat mengenal adat tradisi dan budaya Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan baik,” ujarnya.
Pemkab Kukar memiliki program dedikasi penguatan penggiat seni dan budaya daerah yang ditujukan untuk pelestarian dan pengembangan seni budaya Kukar.
Program ini mencakup pembinaan dan fasilitasi kepada sanggar seni dan budaya, serta pembangunan daya tarik destinasi wisata daerah.
“Visi misi Kukar Idaman Terbaik melalui program dedikasi penguatan penggiat seni dan budaya daerah ditujukan untuk pelestarian dan pengembangan seni budaya, dengan melakukan pembinaan dan fasilitasi kepada sanggar seni dan budaya,” sebutnya.
Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura memiliki peran penting dalam program ini, karena posisi Sultan sebagai pewaris utama adat tradisi Kesultanan.
“Oleh karenanya, Pemerintah berkewajiban memberikan dukungan penuh dan fasilitasi terhadap upaya pelestarian adat tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura,” pungkasnya. (eb/Adv/Diskominfo Kukar)


