Festival Dahau Dongkrak Omzet UMKM hingga Rp6,6 Miliar

By eksposisi borneo Nov 6, 2025
31
Omzet Festival Dahau
Bupati Kubar, Frederick Edwin, saat meninjau Stand Pelaku UMKM Kerajinan Lokal di Taman Budaya Sendawar. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar : Festival Dahau dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga berdampak besar terhadap perekonomian daerah.

Selama dua pekan pelaksanaan, kegiatan ini mencatat perputaran uang yang fantastis, mencapai Rp6,6 miliar. Angka tersebut mencerminkan tingginya animo masyarakat dan besarnya kontribusi pelaku usaha lokal dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Ketua Umum Panitia Festival Dahau, FX Sumardi, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut berasal dari total omzet berbagai stand pameran dan kuliner yang tersebar di tiga lokasi utama, yakni Taman Budaya Sendawar (TBS), halaman Politeknik Sendawar, dan area depan Gedung Tim Penggerak PKK Kubar.

Tiga Lokasi Utama Stand UMKM dan Kuliner

Dari data panitia, sebanyak 33 stand Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tiga rumah sakit, 16 kecamatan, 10 perusahaan, satu lembaga perbankan, satu koperasi CUDL, serta 180 pelaku UMKM di bawah Lamin Enam Etnis TBS berhasil mencatat omzet sebesar Rp1,1 miliar. Angka ini menunjukkan tingginya partisipasi instansi dan masyarakat dalam menggerakkan potensi ekonomi lokal.

Sementara itu, dari 103 stand kuliner yang berjejer di depan Gedung Tim Penggerak PKK, tercatat omzet hingga Rp1,6 miliar. Beragam menu khas daerah dan inovasi kuliner modern menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, baik dari Kubar maupun luar daerah yang datang untuk menikmati suasana pesta rakyat tersebut.

Tak kalah menggembirakan, 196 stand pameran yang berlokasi di halaman Politeknik Sendawar mencatat omzet paling besar, yakni mencapai Rp3,8 miliar. Lokasi ini menjadi pusat kunjungan masyarakat karena menampilkan kombinasi antara produk UMKM, beragam kuliner, serta wahana permainan anak.

“Dari ketiga lokasi itu, total perputaran uang mencapai Rp6,6 miliar. Ini bukti bahwa Festival Dahau bukan hanya seremonial, tapi juga berdaya hasil dan berdaya guna dalam menunjang gerak perekonomian rakyat,” ujar FX Sumardi, kepada eksposisiborneo.com, Kamis (6/11/2025) malam.

Ia menambahkan, kesuksesan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kubar, pelaku usaha, serta masyarakat yang turut berpartisipasi aktif. Festival Dahau 2025 membuktikan bahwa pelestarian budaya dan geliat ekonomi rakyat dapat berjalan seiring, menjadikan Kutai Barat semakin maju dan sejahtera.

Jadi Bukti Nyata Kreativitas Masyarakat

Sementara itu, Bupati Kubar, Frederick Edwin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, pelaku usaha, dan masyarakat yang telah menyukseskan pelaksanaan Festival Dahau 2025.

Ia menilai capaian omzet miliaran rupiah tersebut merupakan bukti nyata bahwa kreativitas masyarakat Kubar mampu menggerakkan ekonomi daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.

“Festival Dahau bukan sekadar ajang hiburan, tetapi ruang ekspresi bagi masyarakat untuk menunjukkan bahwa ekonomi dan budaya bisa berjalan seiring. Inilah wajah kemajuan Kutai Barat, maju secara ekonomi, berkarakter dalam budaya,” ujar Bupati.

Ia berharap, keberhasilan tahun ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus berinovasi.

“Kubar memiliki potensi besar di bidang ekonomi kreatif dan pariwisata. Melalui kerja sama dan semangat gotong royong, saya yakin Kutai Barat akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Bupati.

Festival Dahau 2025 membuktikan bahwa pelestarian budaya dan geliat ekonomi rakyat dapat berjalan seiring, menjadikan Kutai Barat semakin maju dan sejahtera. (eb/Adv/Diskominfo Kubar)

BERITA TERKAIT