Geleo Asa Akan Gelar Kembali Festival Luq Bangkit 2026

By eksposisi borneo Jun 19, 2026
275
Geleo Asa
Pemerintah Kampung Geleo Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, akan menggelar kembali kegiatan Festival Luuq Bangkit. (foto.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar – Pemerintah Kampung Geleo Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) akan menggelar kembali kegiatan Festival Luuq Bangkit, sebagai rangkaian utama peringatan Hari Ulang Tahun Kampung pada 25 September 2026 mendatang.

Festival ini menjadi salah satu agenda budaya yang kini telah berkembang menjadi ruang ekspresi seni, tradisi, dan kebersamaan masyarakat Kampung Geleo Asa.

Kepala Kampung Geleo Asa, Idirs, mengatakan Festival Luuq Bangkit merupakan kegiatan dua tahunan, dan tahun 2026 ini menjadi pelaksanaan ke-dua sejak pertama kali digelar pada 2024 lalu.

“Untuk kegiatan kampung, kita akan melaksanakan Festival Luuq Bangkit ini dalam rangka ulang tahun kampung. Kegiatan ini dua tahun sekali, dan ini tahun kedua setelah kita melaksanakan untuk pertama kalinya tahun 2024 lalu,” kata Idirs, Jumat 19 Juni 2026.

Ia berharap rangkaian Festival Luq Bangkit dapat menjadi ruang berkumpulnya masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal yang terus dijaga secara turun-temurun, baik di Kampung Geleo Asa maupun di Kutai Barat.

Selain menjadi ajang hiburan dan perayaan, festival tersebut juga diarahkan sebagai wadah pelestarian seni dan budaya di tingkat kampung. Sejumlah lomba kesenian tradisional kembali akan digelar dan dibuka untuk partisipasi masyarakat secara luas tanpa batasan.

“Seperti sebelumnya, kegiatan kita terbuka. Artinya siapa saja yang ingin berpartisipasi boleh ikut, termasuk dalam agenda lomba kesenian yang kembali kita laksanakan pada Festival Luuq Bangkit ini,” ujarnya.

Meski demikan, Idris mengaku, pelaksanaan Festival Luuq Bangkit Geleo Asa, masih harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran, serta hasil pembahasan panitia yang sedang dipersiapkan.

Namun, dengan konsep keterbukaan dan partisipasi masyarakat, festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga ruang memperkuat solidaritas sosial serta menjaga warisan budaya lokal di tengah perubahan zaman. (Adv/eb/002)

BERITA TERKAIT