eksposisiborneo.com, Kubar : Anggota DPRD Kutai Barat (Kubar), Henrik, menyoroti peran Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam perbaikan jalan yang dilalui armada industri, khususnya di wilayah perkebunan sawit.
Menurutnya, CSR menjadi kewajiban yang ditegaskan pemerintah, namun perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing perusahaan.
“Kalau kita jumlahkan dalam rupiah, dalam beberapa tahun ini ya belasan miliar juga mereka habis untuk menambal atau memperbaiki yang rusak-rusak itu. Cuma yang jadi persoalankan, mereka perbaiki di satu titik, muncul lagi titik baru,” kata Henrik, Jumat (14/11/2025)
Henrik menjelaskan, beberapa perusahaan memang aktif melakukan perbaikan jalan. Contohnya, di kawasan Melak, dekat Manara Thomas-Didik, perusahaan telah melaksanakan pekerjaan perbaikan. Namun, ia menilai perbaikan itu belum merata karena kerusakan sering muncul di lokasi lain yang juga membutuhkan perhatian.
Ia menambahkan, dana CSR untuk perbaikan jalan berbeda dengan kontribusi pajak, seperti Dana Bagi Hasil (DBH), yang sebagian besar disetorkan ke pemerintah pusat. “Itukan setornya ke pusat, kita ini sebagian kecilnya saja yang sampai. Ini soal jalan, karena ini menjadi keluhan umum sepanjang jalur yang dilintasi, terutama sawit, seperti angkutan CPO dan TBS,” jelasnya.
Henrik menekankan, meski CSR dari perusahaan cukup besar, manfaatnya untuk kampung dan wilayah ring perusahaan masih minim. Jika fokus diberikan pada wilayah tersebut, perbaikan jalan yang selama ini terhambat dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, ia mengapresiasi beberapa program skala kecil yang sudah dilakukan perusahaan, termasuk pembinaan di kampung. Meski kontribusinya tidak besar secara keseluruhan, langkah ini dinilai positif karena menyentuh langsung masyarakat.
Henrik juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat agar CSR bisa lebih tepat sasaran. Penyaluran yang fokus pada titik kritis diharapkan dapat meminimalkan keluhan warga terkait jalan rusak.
“CSR ini potensinya besar, tapi harus dikelola dan diarahkan dengan baik. Kalau fokusnya jelas, saya yakin manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat, terutama untuk perbaikan jalan yang vital bagi aktivitas sehari-hari,” pungkas Henrik. (eb/Adv/DPRD Kubar)


