eksposisiborneo.com, Kutim: Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meminta sekolah untuk memprioritaskan penggunaan internet pada kegiatan pembelajaran setelah Starlink menerapkan sistem reset bulanan. Aturan ini membuat seluruh pemakaian harus diarahkan pada kebutuhan utama agar pemanfaatannya tidak terbuang.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, mengatakan bahwa prioritas penggunaan sangat penting untuk menjaga kelancaran pembelajaran digital.
“Internet harus dipakai sebesar-besarnya untuk mendukung kegiatan belajar. Itu yang utama,” ujar Ronny.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan internet untuk aktivitas non-akademik harus ditekan agar tidak menghabiskan data tanpa memberikan manfaat langsung bagi proses pendidikan. Menurutnya, sekolah perlu meningkatkan pengawasan terhadap pemakaian di lingkungan internal.
Ronny menambahkan bahwa pemanfaatan internet yang terarah akan membantu kelancaran pembelajaran, terutama yang memerlukan koneksi stabil dan konsumsi data berkelanjutan. Oleh karena itu, sekolah harus mempertimbangkan strategi pemakaian sejak awal periode.
“Jika tidak diarahkan, sekolah bisa kehilangan banyak manfaat karena data terpakai untuk hal-hal yang tidak penting,” tegasnya.
Pemkab Kutim memberikan pendampingan bagi sekolah untuk menyusun prioritas pemakaian dan mengawasi pemanfaatan data secara harian. Pemerintah juga bekerja sama dengan penyedia layanan untuk memastikan kebutuhan sekolah terpenuhi.
Dengan prioritas yang jelas, Pemkab Kutim berharap seluruh sekolah dapat menjaga keberlangsungan pembelajaran digital meskipun menghadapi aturan pemakaian yang lebih ketat.(ADV)


