Kutim Kawal Ketat Antrean SPBU di Tengah Kelangkaan Pertamax yang Belum Mereda

By eksposisi borneo Nov 20, 2025
1
Pemkab Kutim memperketat pengawasan antrean SPBU di tengah kelangkaan Pertamax
Pemkab Kutim memperketat pengawasan antrean SPBU di tengah kelangkaan Pertamax. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memperketat pengawasan lapangan seiring kelangkaan Pertamax yang memasuki minggu ketiga.

Kelangkaan ini masih dirasakan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan berdampak pada aktivitas masyarakat.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa hambatan distribusi terjadi akibat tongkang batubara yang kandas di jalur masuk Muara Balikpapan, sehingga kapal tanker pengangkut bahan bakar tidak dapat merapat sesuai jadwal.

“Posisi tongkang yang kandas sangat menghalangi akses tanker masuk, dan kondisi ini berdampak langsung pada distribusi BBM ke SPBU di Kutim,” jelasnya.

Selain persoalan jalur laut, beberapa tangki Pertamax di Kilang Pertamina Balikpapan diketahui sedang menjalani proses pengurasan untuk memastikan tidak ada potensi kontaminasi.

Proses pembersihan ini membuat suplai Pertamax dari pusat menjadi terbatas dan belum stabil.

Menurut Nora, pembersihan tangki merupakan upaya penting untuk menjaga kualitas bahan bakar.

“Pertamina menyampaikan bahwa mereka harus melakukan pembersihan tangki demi menjaga mutu, namun konsekuensinya memang pasokan menjadi lebih terbatas dari biasanya,” terangnya.

Di sisi lain, Pemkab Kutim kini mengalihkan fokus pada pengendalian situasi di lapangan.

Disperindag bersama Polres Kutim dan Dinas Perhubungan melakukan penertiban antrean agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun menimbulkan risiko kecelakaan di sekitar SPBU.

Petugas gabungan ditempatkan di sejumlah titik padat, terutama SPBU yang selama ini menjadi pusat antrean panjang.

Langkah tersebut dinilai perlu mengingat sebagian badan jalan kerap dipenuhi kendaraan yang mengantre, sehingga rawan menimbulkan kemacetan.

Sejumlah SPBU mulai menerima suplai Pertamax secara bertahap, meski jumlahnya belum memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pertamina memperkirakan distribusi dapat kembali normal dalam dua hingga tiga hari ke depan, bergantung pada penyelesaian hambatan logistik di Balikpapan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memperpanjang antrean.

Upaya stabilisasi suplai disebut terus dilakukan hingga kondisi kembali pulih sepenuhnya.(ADV)

BERITA TERKAIT