Kutim Siapkan Generasi Kreatif di Dunia Fashion Lokal

By Eksposisi Borneo Nov 14, 2025
11
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Dunia fashion kini menjadi salah satu sektor ekonomi yang menjanjikan di Kutai Timur (Kutim). Melihat potensi itu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim terus mendorong lahirnya generasi kreatif melalui pelatihan desainer garment bagi masyarakat di wilayah transmigrasi.

Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan menjahit, tetapi juga pada pembangunan mental kreatif agar peserta mampu menjadi inovator di bidang mode.

Pemerintah menargetkan, dalam beberapa tahun ke depan, Kutim dapat melahirkan desainer lokal yang mampu bersaing dengan produk luar daerah.

Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang terhadap SDM lokal.

Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas manusianya.

“Sumber daya manusia yang kreatif adalah kunci. Kita ingin anak-anak muda di Kutim bisa percaya diri berkarya dan membawa nama daerah lewat desain mereka,” ujar Roma.

Sarana Perluasan Industri Fashion

Pelatihan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperluas wawasan mengenai industri fashion. Peserta belajar tentang tren desain, teknik pola, hingga manajemen usaha konveksi agar siap terjun ke pasar kerja maupun wirausaha.

“Kami ingin menciptakan pelaku industri kreatif yang benar-benar paham proses dari desain hingga pemasaran. Dengan begitu, mereka bisa bersaing secara profesional,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga transmigrasi yang selama ini mencari peluang ekonomi baru. Dengan keterampilan yang diperoleh, mereka berharap bisa memproduksi seragam, pakaian sehari-hari, hingga produk fashion khas Kutim.

Disnakertrans optimis bahwa generasi kreatif dari Kutim akan menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui kreativitas dan kerja keras, sektor fashion lokal diharapkan dapat menjadi salah satu motor ekonomi baru di Kutim.

Pemerintah berencana memperluas cakupan pelatihan ke bidang tekstil lain seperti bordir dan sablon agar industri fashion Kutim semakin berkembang dan kompetitif.(ADV)

BERITA TERKAIT