Lima Tahun, Kutim Siapkan 1.000 Rumah Baru untuk Warga Berpenghasilan Rendah

By eksposisi borneo Nov 30, 2025
2
Lima tahun ke depan, Pemkab Kutim targetkan pembangunan 1.000 rumah baru bagi warga berpenghasilan rendah
Lima tahun ke depan, Pemkab Kutim targetkan pembangunan 1.000 rumah baru bagi warga berpenghasilan rendah. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui program pembangunan rumah baru dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Selama lima tahun, pemerintah menargetkan total 1.000 rumah baru untuk dibangun di 18 kecamatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kutim, Akhmad Iip Makruf, menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi salah satu fase penting dalam pencapaian target tersebut.

“Selama lima tahun, kita siapkan 1.000 rumah baru. Tahun 2025 ini kita bangun 200 rumah baru dan rehabilitasi 500 rumah,” ungkapnya.

Program ini bukan hanya ditujukan kepada masyarakat miskin, tetapi juga kawasan kumuh yang membutuhkan perbaikan kualitas lingkungan. Pemerintah berharap kualitas hunian di Kutim meningkat secara signifikan melalui intervensi pembangunan dan rehabilitasi yang lebih masif.

Tahun sebelumnya, sejumlah pembangunan rumah sudah berjalan di kecamatan Sangatta Selatan dan Sangatta Utara. Untuk tahun ini, pemerintah masih menyusun data daerah penerima, namun Iip memastikan seluruh 18 kecamatan akan terlayani selama periode program berlangsung.

Tidak Ada Yang Menolak Bantuan

Menurutnya, tidak ada masyarakat yang menolak bantuan atau meminta diganti berupa uang. Justru minat masyarakat terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman tentang pentingnya hunian layak.

Untuk pembangunan rumah baru, pemerintah menggunakan sistem knockdown ramah lingkungan. Model ini dinilai lebih kuat dan lebih cepat dibangun sehingga sesuai untuk diterapkan pada berbagai wilayah.

“Rumahnya tidak memakai kayu lagi. Sistemnya knockdown dan ramah lingkungan,” jelas Iip.

Anggaran pembangunan rumah baru diperkirakan mencapai Rp116 juta per unit. Sedangkan untuk perbaikan rumah, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp50 juta hingga Rp60 juta, tergantung tingkat kerusakan. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar rumah benar-benar menjadi layak huni.

Iip menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi awal pelaksanaan perbaikan RTLH yang lebih maksimal. Sebelumnya, kegiatan yang dominan adalah pembangunan rumah baru. Tahun 2024, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 120 unit.(ADV)

BERITA TERKAIT