eksposisiborneo.com, JAKARTA : Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong ASEAN menjadi organisasi regional yang lebih efektif, adaptif, dan relevan. Penguatan tersebut menjadi perhatian menjelang peringatan 60 tahun berdirinya ASEAN pada 2027.
Arrmanatha menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam pernyataan pers pertamanya setelah serah terima jabatan Menteri Luar Negeri dari Sugiono di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.
“Menjelang 60 tahun ASEAN pada 2027, Indonesia akan mendorong ASEAN agar semakin efektif, lebih adaptif, dan tetap relevan,” kata Arrmanatha Nasir.
Menurut Arrmanatha, Asia Tenggara membutuhkan kawasan yang stabil, damai, dan dapat diprediksi agar negara-negara anggotanya memiliki ruang untuk berkembang.
ASEAN juga diharapkan mampu menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya memperkuat hubungan antarpemerintah.
“ASEAN juga harus berkontribusi memperkuat arsitektur kawasan Indo-Pasifik, sehingga memastikan keamanan bersama, stabilitas bersama, dan kesejahteraan untuk semua,” tambahnya.
Indonesia akan mendorong Forum Regional ASEAN atau ASEAN Regional Forum agar semakin inklusif dan mampu meningkatkan kepercayaan antaranggota. Forum tersebut menjadi salah satu jalur diplomasi untuk membangun komunikasi dan kerja sama mengenai keamanan kawasan.
Indonesia bidik posisi Sekjen ASEAN pada 2028
Selain itu, Indonesia akan memperkuat keterlibatan melalui ASEAN Plus Three, East Asia Summit, dan kemitraan dengan berbagai mitra dialog. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kerja sama regional sekaligus menghadapi persoalan yang memerlukan koordinasi antarnegara.
Arrmanatha juga menyoroti peluang Indonesia untuk menempatkan wakilnya sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN pada 2028. Menurutnya, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berkontribusi dalam menentukan arah organisasi dan memperkuat kerja sama kawasan.
“Kesempatan itu akan kita manfaatkan untuk ikut membentuk arah dan memperkuat kerja sama ASEAN ke depannya,” ucap Menlu RI.
Arrmanatha menempatkan penguatan ketahanan nasional sebagai salah satu tujuan utama diplomasi Indonesia. Indonesia juga akan memperjuangkan kepentingan negara berkembang melalui berbagai forum internasional, termasuk G20, BRICS, MIKTA, Organisasi Kerja Sama Islam, dan D8. (eb/06/Antara)


