eksposisiborneo.com, Kukar : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam penyusunan RPJMD, memastikan program pembangunan mewakili kepentingan semua pihak.
“Kami ingin mendengar masukan dari semua elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Tujuannya, agar program pembangunan benar-benar mewakili kepentingan semua pihak,” ujarnya.
RPJMD ini berangkat dari visi besar kepemimpinan Bupati Aulia dan Wakil Bupati Rendi Solihin, yaitu terwujudnya fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Visi tersebut dijabarkan dalam tiga pokok utama, yaitu maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Beberapa indikator pembangunan yang ditargetkan adalah pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari 5,6 persen menjadi 7,7 persen pada 2030, penurunan angka kemiskinan dari 6,9 persen menjadi 4,8 persen, dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca dari 17,59 persen menjadi 53,45 persen.
Selain itu, RPJMD juga fokus pada memperkuat tata kelola pemerintahan, mengembangkan pendidikan karakter dan pelestarian lingkungan, serta mewujudkan pembangunan kewilayahan yang berkeadilan.
Bupati Aulia menambahkan bahwa 17 program dedikasi yang ditawarkan saat Pilkada tetap menjadi landasan dalam penyusunan RPJMD ini.
“Semua harus terukur dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Aulia.
Bupati Aulia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyusunan RPJMD ini, agar dokumen tersebut berdampak luas dan menjadi pedoman pembangunan Kukar untuk lima tahun ke depan. (eb/Adv/Diskominfo Kukar)


