Pemkab Kutim Kebut Pembangunan Aula Gereja Toraja Senilai Rp2,59 Miliar

By eksposisi borneo Nov 14, 2025
3
Pemkab Kutim kebut pembangunan Aula Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta
Pemkab Kutim kebut pembangunan Aula Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menggenjot pembangunan Aula Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta yang berlokasi di Desa Singa Gembara. Proyek ini merupakan lanjutan dari pembangunan gereja sebelumnya yang ditujukan untuk menambah kapasitas layanan jemaat.

Proyek bernilai Rp2,596 miliar tersebut menggunakan APBD Kutim Tahun Anggaran 2025 dan dikerjakan oleh CV Selamat Karya Bersama. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencatat masa pengerjaan hanya 45 hari, sehingga pengawasan dilakukan dengan ketat.

Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, mengatakan bahwa percepatan ini penting mengingat kebutuhan jemaat terhadap ruang kegiatan semakin besar. “Kami kebut pengerjaan, namun tetap mengutamakan standar teknis. Semua harus selesai tepat waktu dan tepat kualitas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa aula ini akan memiliki fungsi yang luas sebagai ruang serbaguna.

“Jemaat Toraja sangat aktif dalam kegiatan ibadah dan sosial. Aula ini akan membantu mereka melakukan kegiatan dengan lebih tertata,” ungkapnya.

PUPR juga menyiapkan mekanisme audit pekerjaan pada setiap tahap, mulai dari struktur hingga finishing. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan pekerjaan yang berdampak pada keamanan bangunan.

Selain itu, pemerintah daerah akan melakukan monitoring harian melalui konsultan pengawas untuk memastikan progres terus berjalan. Kendala teknis yang muncul harus segera diatasi.

Aula gereja ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan rohani dan sosial bagi masyarakat Toraja di Sangatta. Pemerintah menilai fasilitas ini sangat strategis untuk memperkuat hubungan antar jemaat.

Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat menunggu hasilnya dapat digunakan sesegera mungkin. Proyek ini dinilai menjadi salah satu peningkatan fasilitas keagamaan paling signifikan pada 2025.(ADV)

BERITA TERKAIT