eksposisiborneo.com, Kutim: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat pengamanan Operasi Zebra 2025 dengan menurunkan personel sejak pagi hari. Langkah ini dilakukan agar titik-titik rawan pelanggaran dan gangguan ketertiban dapat diawasi lebih optimal.
Kepala Satpol PP Kutim, Fatah Hidayat, mengatakan bahwa personel mulai bertugas sejak pukul 06.00 Wita. Dengan pembagian shift, pengawasan di lapangan tetap terjaga hingga sore hari, sementara pola penanganan malam hari disiapkan sesuai perkembangan situasi.
“Kami mulai turun sejak pagi agar dapat memaksimalkan pengamanan. Kehadiran petugas di awal hari penting untuk mencegah berbagai potensi pelanggaran,” ujar Fatah Hidayat.
Menurutnya, operasi ini tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada upaya menjaga ketertiban umum, termasuk menertibkan Gelandangan dan Pengemis yang kerap muncul di beberapa titik strategis.
Fatah menambahkan bahwa Satpol PP terus berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) mengenai pola pengamanan dan informasi terkait titik rawan.
Koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat efektivitas operasi.
Keterbatasan kendaraan operasional tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi. Beberapa unit kendaraan harus dialokasikan untuk pengawalan kegiatan kepala daerah, sementara sisanya digunakan untuk operasional patroli.
“Sarana operasional memang terbatas, tetapi kami tetap mengoptimalkan apa yang ada. Semangat personel tetap tinggi untuk mendukung Operasi Zebra,” tambah Fatah. Ia menilai bahwa strategi manajemen lapangan menjadi kunci dalam mengatasi tantangan tersebut.
Satpol PP juga menilai bahwa sebagian wilayah memerlukan pengawasan tambahan pada malam hari, mengingat munculnya aktivitas yang tidak terdeteksi pada jam-jam pagi. Oleh karena itu, langkah antisipasi tetap disiapkan.
Dengan personel yang diturunkan sejak pagi, Satpol PP berharap dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban selama Operasi Zebra 2025 berlangsung.(ADV)


