Penguatan Cap Jempol Jadi Langkah Strategis Kutim Tingkatkan Akses Pendidikan

By eksposisi borneo Nov 16, 2025
3
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memandang penguatan program Cap Jempol sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak untuk memberikan layanan pendidikan nonformal berbasis jemput bola yang menjangkau anak-anak rentan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa Cap Jempol dirancang untuk memulihkan akses pendidikan bagi anak yang keluar dari sekolah formal.

“Ini strategi kita untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan,” ujarnya, saat dijumpai setelah penutupan Festival Magic Land, Minggu (16/11/2025).

Ia mengungkapkan bahwa banyak kasus putus sekolah terjadi karena faktor ekonomi dan keterbatasan orang tua.

Melalui Cap Jempol, pemerintah menyediakan alternatif pembelajaran yang fleksibel dan terarah.

Menurut Dinas Pendidikan Kutim, Cap Jempol mencakup layanan asesmen, modul pembelajaran, tutor, hingga pendampingan keluarga.

Layanan Cap Jempol Gratis!

Program ini menyasar anak yang berada di luar sistem pendidikan formal.

Seluruh layanan Cap Jempol diberikan tanpa biaya, sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pendidikan inklusif.

“Gratis sepenuhnya, agar tidak ada alasan bagi keluarga menunda sekolah anak,” kata Ardiansyah.

Program ini juga didukung oleh lembaga masyarakat dan akademisi, yang memberikan masukan terhadap pendekatan pembelajaran di lapangan dan kolaborasi lintas sektor memperkuat kualitas intervensi.

Sejumlah anak yang sebelumnya tidak terdeteksi kini mulai mengikuti program kesetaraan setelah dilakukan pendataan kembali.

Pendekatan ini dianggap efektif dalam menjangkau siswa yang berpindah-pindah tempat tinggal.

Dengan penguatan layanan Cap Jempol, pemerintah berharap akses pendidikan di Kutim semakin luas dan merata.(ADV)

BERITA TERKAIT