Podcast, Publika, dan Konten Digital: Strategi DPPKB Kutim Cegah Stunting

By eksposisi borneo Nov 12, 2025
2
DPPKB Kutim
DPPKB Kutim memanfaatkan podcast, program Publika, dan konten digital sebagai strategi komunikasi modern. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengadopsi strategi komunikasi modern melalui podcast, acara televisi Publika, serta konten digital lainnya untuk mempercepat penyebaran informasi pencegahan stunting kepada masyarakat.

Pendekatan ini dianggap sebagai terobosan yang mampu menjangkau segmen audiens yang lebih luas.

Podcast edukatif diproduksi melalui kanal YouTube resmi DPPKB Kutim dengan menghadirkan narasumber dari kalangan tenaga kesehatan, pemerintah, dan penggiat masyarakat.

“Podcast memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar secara fleksibel dan tidak terbatas waktu,” ujar Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaedi.

Selain podcast, kerja sama dengan TVRI melalui Program Publika menjadi bagian penting dalam memperkuat kampanye anti-stunting.

Program ini menghadirkan pakar dari Kementerian Pendidikan, BKKBN, dan LAN RI untuk membahas solusi pencegahan stunting secara mendalam.

“Televisi masih menjadi medium yang efektif untuk menjangkau masyarakat luas,” tambah Junaedi.

Di bidang digital, DPPKB Kutim mengembangkan konten visual yang menarik seperti animasi edukasi, video, dan poster digital.

Konten ini disebarkan melalui media sosial untuk menjangkau pengguna internet yang semakin meningkat jumlahnya.

Banyak masyarakat yang mengaku terbantu karena edukasi dapat dipahami secara mandiri tanpa harus mengikuti penyuluhan tatap muka.

DPPKB tetap memastikan kegiatan lapangan berjalan berdampingan dengan strategi digital.

Penyuluhan tatap muka di posyandu, sekolah, dan ruang publik terus dilaksanakan untuk menjangkau masyarakat yang belum sepenuhnya terhubung dengan internet.

Kader TPK turut berperan besar dalam menyampaikan informasi secara personal.

Dengan menggabungkan media digital, televisi, dan kampanye lapangan, DPPKB Kutim yakin strategi komunikasi ini menjadi langkah tepat untuk mempercepat penurunan stunting.(ADV)

BERITA TERKAIT