eksposisiborneo.com, Kutim: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa program pembangunan infrastruktur tahun 2026 akan berfokus pada tiga sektor utama: jalan, air bersih, dan drainase. Pemerintah menilai ketiga sektor tersebut berhubungan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat.
Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menjelaskan bahwa peningkatan akses jalan menjadi prioritas karena mobilitas masyarakat dan distribusi barang sangat bergantung pada jaringan jalan yang memadai.
“Akses jalan yang baik menentukan kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial,” tegasnya.
Selain jalan, penyediaan air bersih melalui SPAM juga tetap menjadi fokus penting. Pemerintah berencana menambah kapasitas produksi air, membangun jaringan pipa baru, serta memperbaiki instalasi yang sudah tidak layak.
Drainase menjadi sektor berikutnya yang diprioritaskan karena Kutim masih menghadapi persoalan genangan pada musim penghujan. PUPR menargetkan pembangunan saluran baru serta revitalisasi saluran lama agar sistem pembuangan air lebih optimal.
Pemerintah menekankan bahwa ketiga sektor ini dipilih berdasarkan evaluasi lapangan dan kebutuhan mendesak masyarakat. Daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi serta wilayah yang rawan genangan menjadi titik perhatian utama dalam penyusunan program.
Joni menyatakan bahwa pembangunan harus dilakukan secara bertahap tetapi terencana.
“Pembangunan infrastruktur adalah pekerjaan berkelanjutan. Maka dari itu kami menyusun program dengan pendekatan maraton, bukan proyek jangka pendek,” ujarnya.
PUPR juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh program benar-benar memberikan manfaat yang proporsional dengan anggaran yang digunakan.
Melalui fokus pada jalan, air bersih, dan drainase, PUPR Kutim berharap pembangunan 2026 mampu meningkatkan pelayanan dasar masyarakat serta menjaga lingkungan permukiman tetap aman dan nyaman.(ADV)


