eksposisiborneo.com, Kubar : Pemerintah Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), telah melakukan monitoring dan evaluasi Dana Kampung Tahap I Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan itu bertujuan memastikan penggunaan anggaran desa berjalan sesuai aturan, transparan, dan tepat sasaran.
Camat Siluq Ngurai, Bartolomius Djukuw, menjelaskan bahwa pemeriksaan tidak hanya menitikberatkan pada dokumen administrasi, tetapi juga peninjauan langsung kegiatan fisik di lapangan.
“Pelaksanaan Dana Kampung masih Tahap I. Ada 16 kampung di Kecamatan Siluq Ngurai. Semua sudah kita monitoring, dan kegiatan fisiknya berjalan lancar,” kata Bartolomius, kepada eksposisiborneo.com, Kamis (16/10/2025).
Hasil evaluasi sementara menunjukkan progres pelaksanaan Dana Kampung telah mencapai sekitar 80 persen. Beberapa kampung pun mulai mengajukan pencairan tahap kedua agar kegiatan dapat dilanjutkan.
Mayoritas Dana Kampung difokuskan pada pembangunan infrastruktur seperti jalan, saluran drainase, dan lapangan bola voli. Sebagian dana lainnya dialokasikan untuk kegiatan ketahanan pangan.
“Ragam kegiatan di sana, ada juga pemberian makanan tambahan untuk membantu kegiatan Posyandu. Yang penting semua mengikuti regulasi dan bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Sekitar 20 persen Dana Kampung dialokasikan untuk program ketahanan pangan, digunakan untuk pembukaan lahan persawahan, penanaman jagung, sayur mayur, dan komoditas lokal lainnya.
Bartolomius berharap program ini berkesinambungan dan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat.
“Sekarang kita tinggal menunggu hasil ketahanan pangan. Harapannya kegiatan ini bisa berkesinambungan, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri. Artinya masyarakat dapat mandiri,” ujarnya. (eb/Adv/Diskominfo Kubar)


