Rosaliyen: Perusahaan Sawit Jangan Anggap Sepele Masyarakat Bentian Besar

By eksposisi borneo Okt 31, 2025
16
DPRD Kubar
Anggota Komisi I DPRD Kutai Barat, Rosaliyen. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar : Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Rosaliyen, menyoroti sikap sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dinilai tidak peduli terhadap kondisi masyarakat di Kecamatan Bentian Besar.

Menurutnya, perusahaan sawit seolah menganggap sepele masyarakat lokal, padahal aktivitas truk pengangkut tandan buah segar dan Crude Palm Oil (CPO) telah memperparah kerusakan jalan di wilayah tersebut.

“Jalan-jalan di Bentian Besar dulu masih bagus. Sekarang hancur lebur akibat lalu-lalang truk perusahaan sawit yang diduga kelebihan muatan,” tegas Rosaliyen saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus Sawit DPRD Kubar bersama empat perwakilan perusahaan sawit di Gedung DPRD Kubar, Jumat (31/10/2025).

Ia menambahkan, rusaknya jalan nasional maupun jalan kabupaten di Bentian Besar membuat mobilitas masyarakat terganggu. Bahkan, pernah terjadi pasien rujukan ke rumah sakit meninggal di perjalanan karena sulitnya akses akibat jalan yang rusak parah.

“Perusahaan jangan tutup mata dengan penderitaan masyarakat. Jangan hanya menikmati hasil bumi, tapi abaikan tanggung jawab sosial,” ujarnya dengan nada tegas.

Rosaliyen juga menyoroti bahwa sebagian besar tanah masyarakat telah dikelola perusahaan sawit, namun belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi warga.

“Yang dinikmati masyarakat sekarang hanya jalan rusak. Jadi tolong diperhatikan. Jangan biarkan masyarakat menanggung akibat dari investasi yang seharusnya menyejahterakan,” ungkap politisi perempuan asal Bentian Besar itu.

Ia meminta agar perusahaan yang beroperasi di Kutai Barat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar mengambil keuntungan dari tanah dan sumber daya alam daerah.

“Dulu masyarakat berharap, dengan adanya perusahaan sawit mereka bisa hidup lebih baik. Tapi sekarang justru sebaliknya. Banyak warga merasa kecewa, apalagi pihak perusahaan pun sulit ditemui,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kordinator Plasma PT KAL, Yahya Hengkey, menyampaikan bahwa perusahaannya tetap berupaya membantu masyarakat, termasuk dalam perbaikan infrastruktur jalan.

“Meski tidak besar, PT KAL ikut berpartisipasi memperbaiki jalan dari Bentian Besar hingga ke jalan nasional di Sekolaq Darat dan Simpang Raya. Kami juga terus berkontribusi dalam bidang pendidikan dan kesehatan,” jelas Yahya.

Rapat tersebut menjadi momentum bagi DPRD Kutai Barat untuk menegaskan agar seluruh perusahaan sawit lebih bertanggung jawab terhadap dampak operasionalnya serta memperkuat komitmen sosial terhadap masyarakat sekitar wilayah kerja. (eb/Adv/DPRD Kubar)

BERITA TERKAIT