eksposisiborneo.com, Kubar : Sebanyak sembilan dari 16 kampung di Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), hingga kini belum menikmati aliran listrik dari PLN. Kondisi ini membuat warga di wilayah tersebut masih mengandalkan mesin genset untuk kebutuhan penerangan sehari-hari.
Kampung-kampung yang belum tersambung listrik antara lain Betung, Kiaq, Tendiq, Penawang, Lendian Liang Nayuq, Kenyanyan, Rikong, Kendisiq, dan Muara Ponaq. Sementara tujuh kampung lainnya sudah menikmati listrik PLN.
Camat Siluq Ngurai, Bartolomius Djukuw, menjelaskan bahwa keterlambatan pembangunan jaringan listrik dipicu oleh status jalan yang belum sepenuhnya menjadi milik pemerintah. Sebagian besar akses masih dikuasai perusahaan perkebunan sawit.
“Baru 7 kampung yang teraliri listrik PLN. Sisanya belum. Mereka terpaksa menggunakan mesin lampu (genset),” kata Bartolomius Djukuw, Rabu (29/10/2025).
Ia menambahkan, pembangunan jaringan listrik tidak bisa lepas dari infrastruktur jalan yang memadai. Tiang dan kabel listrik membutuhkan akses untuk peralatan serta kendaraan PLN agar pemasangan berjalan lancar.
“Perusahaan di sana belum serah terimakan jalan ke pemerintah. Kalau sudah, ini akan mendukung pemasangan tiang listrik. Jadi ini yang masih terus kita gagas,” jelasnya.
Bartolomius mengatakan pihak kecamatan terus melakukan koordinasi dengan Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Kubar serta PLN Samarinda, yang sudah meninjau langsung kondisi lapangan.
Ia berharap dengan koordinasi yang terus berjalan, pembangunan jaringan listrik dapat segera terealisasi. Dengan begitu, seluruh kampung di Siluq Ngurai bisa menikmati penerangan layak dan mendukung aktivitas warga sehari-hari. (eb/Adv/Diskominfo Kubar)


