Serius Perangi Stunting, Sangatta Utara Bangun Rumah Rehab Gizi dari Dana CSR Rp400 Juta

By eksposisi borneo Nov 26, 2025
2
Sangatta Utara bangun rumah rehab gizi dari CSR Rp400 juta sebagai pusat pendampingan keluarga cegah stunting.
Sangatta Utara bangun rumah rehab gizi dari CSR Rp400 juta sebagai pusat pendampingan keluarga cegah stunting. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Upaya percepatan penanganan stunting di Kecamatan Sangatta Utara memasuki tahap konkret dengan rencana pembangunan rumah rehabilitasi gizi yang akan menjadi pusat pendampingan anak berisiko stunting. Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang intervensi terpadu berbasis keluarga.

Lokasi pembangunan direncanakan memanfaatkan lahan bekas bangunan BPD lama, sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan baru dan dapat segera dikerjakan setelah seluruh perencanaan teknis rampung.

“Seluruh pembangunan rumah rehab gizi ini didukung penuh melalui CSR KPC dengan nilai bantuan sebesar Rp400 juta, dan kami pastikan tetap melibatkan Dinas Kesehatan sebagai pihak yang paling memahami standar dan pengelolaannya,” ujar Camat Sangatta Utara, Hasdiah.

Ia menjelaskan, keterlibatan Dinas Kesehatan menjadi kunci agar bangunan dan sistem layanan yang diterapkan sesuai dengan standar kesehatan, baik dari sisi fasilitas maupun metode penanganan gizi anak.

Rumah rehabilitasi gizi ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat pemeriksaan, tetapi juga sebagai pusat pemulihan terpadu bagi anak-anak yang masuk kategori berisiko stunting. Dalam skema yang dirancang, anak yang terindikasi stunting akan datang bersama orang tuanya untuk mengikuti program pendampingan intensif secara berkala.

Pendekatan yang digunakan tidak bersifat instan, melainkan berbasis edukasi dan perubahan pola asuh, agar hasil yang dicapai dapat bertahan dalam jangka panjang. Selama berada di rumah rehab gizi, anak akan mendapatkan pemantauan kesehatan, asupan gizi terkontrol, serta stimulasi tumbuh kembang sesuai kebutuhan.

Sementara itu, orang tua akan dibekali pengetahuan tentang gizi, pola makan, dan perawatan anak yang benar agar mampu melanjutkan pola tersebut di rumah.

“Rencananya pendampingan dilakukan selama 14 hari, tidak hanya fokus ke anaknya, tapi juga mendidik orang tuanya supaya setelah selesai program, risikonya tidak kembali,” tegas Hasdiah.

Ia menambahkan bahwa konsep rehabilitasi berbasis keluarga ini dipilih karena stunting tidak bisa ditangani hanya dengan pemberian makanan tambahan semata. Melalui pembangunan rumah rehab gizi ini, Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara berharap intervensi stunting dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor kesehatan dalam menciptakan generasi Sangatta Utara yang lebih sehat dan berkualitas.(ADV)

BERITA TERKAIT