eksposisiborneo.com, JAKARTA – Indonesia mulai memasuki tahap baru pengembangan industri kendaraan listrik setelah ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, diresmikan pada Kamis (8/10/2026).
Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekspor tersebut bersamaan dengan peluncuran 11 proyek industri hilirisasi senilai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.
“Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” kata Prabowo dalam sambutannya di kawasan IWIP.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia menyebut, ekspor baterai sebagai contoh pengembangan produk hilir Indonesia.
“Baterai kendaraan listrik yang kini diekspor menjadi contoh produk hilir,” kata Bahlil dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Peluncuran proyek tersebut mencakup pengembangan material baterai berbasis nikel, produksi baterai kendaraan listrik, aluminium elektrolit, serta peralatan industri berbasis listrik.
Dari sudut pandang ekonomi, perkembangan ini menunjukkan upaya pemerintah memperluas pengolahan bahan baku menjadi produk manufaktur. Namun, manfaatnya perlu diukur melalui realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja, dan keterlibatan pemasok lokal.
Keberlanjutan proyek serta kemampuan produk Indonesia bersaing di pasar internasional, akan menjadi faktor penting untuk menentukan dampak jangka panjang hilirisasi terhadap perekonomian nasional. (eb/004/Antara)


